Skip to content

Fast Fashion: Dominan dampak Positif atau Negatif?

Mengenal istilah Fast Fashion

Fast fashion merupakan model bisnis modern dalam industri pakaian, dimana menekankan dalam sistem produksi pakaian yang cepat dengan reproduksi tren mode terbaru dan penawaran produk dengan harga rendah kepada konsumen. Konsep ini muncul pada abad ke-20 dan terus berkembang.

Dengan adanya fast fashion ini membuat merek atau perusahaan mode untuk mengikuti tren mode terbaru dengan cepat dan menghasilkan koleksi baru dalam waktu singkat. Hal ini berdampak membuat konsumen mengubah cara berbelanja pakaian sehingga lebih konsumtif demi mengikuti tren fashion.

Secara umum keunggulan dari konsep fast fashion yakni kemampuan untuk menyediakan pakaian trendy dengan harga terjangkau. Namun beberapa hal bukan tanpa celah, dampak negative dari fast fashion juga harus diperhatikan seperti: produksi yang bersifat cepat dan murah seringkali menghasilkan limbah tekstil yang besar. Buruh-buruh pabrik dengan upah minimum. Juga demi menekan model menggunakan bahan produksi yang kurang bagus.

Tren mode yang cepat berubah dalam praktiknya mendorong konsumsi berlebihan dan pemborosan pakaian. Konsumen cenderung membeli pakaian baru secara besar-besar, membuang pakaian yang masih bagus, dan hal ini menjadi satu lagi masalah limbah.

Dalam efek ini beberapa perusahaan berupaya memperbaiki praktik dengan mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kondisi kerja. Misalnya dengan menggunakan bahan baku yang dibuat dari serat daur ulang seperti recycle polyester. Hal-hal ini memicu pertanyaan penting tentang konsumsi berkelanjutan dan tanggung jawab sosial.

Keuntungan dan kekurangan Fast Fashion

Keuntungan fast fashion

  • Harga terjangkau: Banyak produsen semaksimal mungkin menekan harga produksi memungkinkan konsumen membeli pakain dengan tren terbaru tanpa menguras dompet.
  • – Aksebilitas tren: Dengan adanya kemajuan teknologi memungkinkan konsumen dapat dengan cepat mengikuti tren terbaru.
  • Variasi pilihan: Fast fashion menyediakan berbagai pilihan gaya dan warna untuk memenuhi keinginan semua kalangan konsumen.
  • Fleksibilitas: Produsen dapat menyesuaikan produksi sehingga menghasilkan pakaian cepat berdasarkan permintaan dan menghindari penumpukan stok besar.

Kerugian fast fashion

  • Dampak lingkungan: Sistem berkelanjutan dengan produksi yang cepat dan pemakaian bahan murah dapat menghasilkan limbah tekstil yang lebih besar. Fast fashion juga mendorong konsumsi berlebihan yang merugikan ekosistem.
  • Kondisi kerja buruk: Banyak perusahaan demi bisa mencapai kecepatan dari fast fashion mempekerjakan buruh dengan upah rendah dan sering kali melibatkan kondisi kerja buruk.
  • Kualitas rendah: Penggunaan bahan yang murah dengan kualitas kurang bagus berakibat pada pakaian yang akan cepat rusak sehingga konsumen menghabiskan uang lebih banyak.
  • Pemborosan pakaian: Tren yang berganti cepat membuat masyarakat cenderung membuang pakaian lama demi tren baru lainnya.

 

Sumber: blog.knitto.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat